Jumat, 29 Mei 2009

Penemuan Fosil Gajah Purba

Fosil gajah jaman pra sejarah kembali ditemukan. Kali ini di Dusun Sunggun Desa Medalem, Kecamatan Kradenan. Penemuan kali ini, bukan hanya satu bagian saja namun ada beberapa bagian tubuh gajah seperti kepala, tulang kaki dan beberapa fosil lain yang masih diteliti. “Gajah ini kemungkinan hidup sekitar dua juta tahun yang lalu, masuk dalam spesies Elephant Hisudin yang saat ini mirip dengan gajah sumatra,” kata Sinung Baskoro, Kepala Seksi Dokumentasi Koleksi Musium Geologi Bandung Pusat Survei Geologi Badan Geologi Departemen ESDM yang langsung melihat dari dekat proses pengalian fosil tersebut, kemarin.

Penemuan itu, kali pertama oloeh warga setempat pada Jumat (3/4) sore lalu. Namun, baru dilaporkan ke Dinas Pariwisata Kebudataan Pemuda dan Olahraga Sabtu lalu. Dan, baru kemarin didatangi sambil menunggu petugas dari arkeologi. Penemuan itu sebenarnya bukan hal yang baru, sebab, di sekitar lokasi beberapa bulan lalu juga ditemukan fosil gading gajah namun dalam keadaan yang sudah retak-retak. ”Namun penemuan kali ini adalah yang terbesar sebab tiga tulang masih dalam keadaan utuh begitu pula dengan kepala gajah,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Blora Pudiyatmo didampingi salah satu stafnya, Suntoyo..

Sebelumnya, tim arkeologi dari Bandung tersebut telah melakukan obeservasi dan pengalian yang dimulai pada tahun 2008. Karena dalam wilayah peta arkeologi wilayah Kecamatan Kradenan yang berada di daerah aliran sungai bengawan solo merupakan daerah yang kaya potensi arkeologi dan geologi masa lampau. Sinung Baskoro mengatakan, penemuan fosil gajah ini berbeda dengan yang ditemukan beberapa bulan lalu.

Fosil yang ditemukan itu, kata dia, akan dibawa dan disimpan pada museum Geologi Bandung. Juga akan dilakukan penelitian lebih lanjut tentang asal-asul gajah tersebut. Dalam penggalian kemarin, fosil yang sudah nampak dibersihkan kemudian diberi gips agar tidak mudah retak. Sementara, pengalian terus dilakukan karena diperkiran ada beberapa bagian lain yang dapat ditemukan namun perlu pengalian yang lebih dalam. Penggalian dilakukan dengan sangat hati-hati.

Selain fosil gajah, di lokasi itu juga ditemukan fosil-fosil lain, namun yang paling menarik adalah fosil daun yang menempel pada batu ataupun lapisan tanah. Sinung berharap agar ke depan kalau warga menemukan fosil-fosil seharusnya langsung melaporkan kepada pemerintah.

Untuk lokasi penemuan, lanjutnya, harus diamankan terlebih dulu agar lokasi tidak rusak.

Sebab dengan melihat langsung di lokasi penemuan akan banyak diceritakan tentang asal-asul yang tidak hanya terkait fosil itu namun dapat membuka sejarah kehidupan masa lalu secara jelas. “Kalau ada warga yang menemukan tidak usah langsung diambil cukup dilaporkan saja kepada pemerintah, biar para ahli yang akan mengambil dan melakukan penelitian, karena banyak hal yang akan diungkap,” tandasnya. (ono)

Sumber: jawapos

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar